SiMoRe Unsil kini menjadi alat baru yang diperkenalkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pemantauan layanan kesehatan di tingkat lokal. Aplikasi bernama SiMoRe (Sistem Monitoring dan Reminder) itu dikembangkan oleh Universitas Siliwangi dengan tujuan meningkatkan keterlibatan warga pada fasilitas kesehatan di Kota Tasikmalaya. Peluncuran SiMoRe difokuskan pada implementasi di Puskesmas Sangkali dan Posyandu Ciangir, dua fasilitas pelayanan kesehatan yang menjadi lokasi percontohan. Inisiatif ini bertujuan membuka ruang bagi publik untuk lebih aktif memantau dan mengingatkan pelaksanaan layanan kesehatan di lingkungan masing-masing. Peran SiMoRe Unsil dalam Keterlibatan Masyarakat Dalam kerangka program tersebut, SiMoRe diposisikan sebagai alat yang memungkinkan masyarakat berpartisipasi secara langsung dalam pengawasan pelayanan kesehatan. Dengan menekankan fungsi monitoring dan reminder, aplikasi ini bertujuan memberi akses bagi warga untuk mengetahui jadwal layanan, mengingatkan kegiatan rutin, serta memantau pelaksanaan program kesehatan dasar di tingkat Puskesmas dan Posyandu. Penerapan di Puskesmas Sangkali dan Posyandu Ciangir diharapkan menjadi model yang dapat diamati efektivitasnya sebelum diperluas ke fasilitas lain. Pendekatan ini menekankan kolaborasi antara institusi akademik dan fasilitas kesehatan lokal untuk mencari solusi praktis yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari proses peningkatan mutu layanan. Fokus pada Puskesmas Sangkali dan Posyandu Ciangir Pilihan Puskesmas Sangkali dan Posyandu Ciangir sebagai lokasi percontohan menunjukkan orientasi program pada layanan kesehatan dasar yang sering menjadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. Melalui pemanfaatan SiMoRe, pengelola di masing-masing fasilitas diharapkan memperoleh umpan balik dari pengguna layanan secara lebih sistematis, sementara warga memperoleh akses untuk ikut mengawasi pelaksanaan layanan yang mereka butuhkan. Baca juga: Dihantui Defisit Rp 2 Triliun per Bulan, BPJS Kesehatan Tunggu Suntikan Rp 20 Triliun Penerapan di tingkat puskesmas dan posyandu menjadi langkah yang dinilai strategis karena kedua jenis fasilitas ini menangani layanan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga, seperti imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, dan pelayanan anak balita. Potensi Dampak pada Mutu Layanan Jika dimanfaatkan secara konsisten, sistem monitoring dan pengingat semacam SiMoRe dapat memberi efek pada perbaikan responsivitas layanan. Monitoring yang melibatkan pengguna layanan memungkinkan pengumpulan informasi lapangan yang relevan untuk evaluasi, sementara fungsi reminder membantu menjaga keteraturan kegiatan pencegahan dan promotif yang sering bergantung pada kepatuhan jadwal. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan bisa memperkuat transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan layanan kesehatan di tingkat lokal. Pendekatan yang mengedepankan partisipasi warga diharapkan memberi sinyal bagi pengelola fasilitas untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program dan layanan. Langkah ke Depan dan Perluasan Implementasi Langkah awal implementasi SiMoRe pada dua lokasi percontohan ini membuka peluang evaluasi sebelum dilakukan pengembangan lebih luas. Hasil pemantauan pada tahap percontohan akan menjadi dasar pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk aspek teknis, pelatihan pengguna, serta mekanisme integrasi dengan proses kerja di puskesmas dan posyandu. Perlu dicatat bahwa keberhasilan program semacam ini sangat bergantung pada tingkat adopsi oleh masyarakat dan dukungan dari pengelola fasilitas. Oleh karena itu, upaya sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, dan pembiasaan terhadap praktik monitoring berbasis komunitas menjadi bagian penting dari proses implementasi. Penerapan inovasi dari institusi pendidikan tinggi seperti ini mencerminkan upaya untuk menghadirkan solusi praktis yang dapat dimanfaatkan oleh layanan publik. Ke depan, pengalaman dari Puskesmas Sangkali dan Posyandu Ciangir diharapkan dapat menjadi rujukan bagi upaya serupa pada fasilitas kesehatan lain di kawasan yang lebih luas. Baca juga berita lainnya: Pihak Ruben Onsu Buka Suara soal Isu Kesehatan, Hasil Tes Laboratorium Diungkap Melindungi Dokter: Siapa Menjaga Mereka yang Menyelamatkan Kita Navigasi pos Dihantui Defisit Rp 2 Triliun per Bulan, BPJS Kesehatan Tunggu Suntikan Rp 20 Triliun Deteksi Dini Diabetes Kunci Cegah Komplikasi, Dokter Ingatkan