DPR mengapresiasi kinerja Bank Mandiri yang dinilai mampu mempertahankan pertumbuhan bisnis dan menjaga fundamental perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Apresiasi itu disampaikan anggota Komisi VI DPR, Darmadi, usai menghadiri diskusi strategis antara Komisi VI dan jajaran direksi Bank Mandiri di Jakarta, Senin (6/7/2026). Menurut Darmadi, capaian positif yang ditunjukkan Bank Mandiri tidak terlepas dari kepemimpinan Direktur Utama Riduan bersama seluruh jajaran direksi yang menjaga stabilitas perusahaan dalam kondisi ekonomi dunia yang penuh tantangan. Pernyataan itu muncul setelah diskusi yang mempertemukan wakil rakyat dan manajemen bank di ibu kota. Apresiasi DPR terhadap Bank Mandiri Dalam pertemuan tersebut, Komisi VI menyampaikan penghargaan atas kemampuan Bank Mandiri mempertahankan laju pertumbuhan serta menjaga struktur modal dan likuiditas. Apresiasi ini diberikan di saat banyak pelaku usaha dan lembaga keuangan menghadapi ketidakpastian akibat kondisi ekonomi global yang berubah-ubah. Darmadi menekankan pentingnya peran bank besar nasional dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung kegiatan ekonomi domestik. Menurutnya, kinerja yang solid dari institusi semacam Bank Mandiri menjadi salah satu penopang ketika tekanan eksternal meningkat. Peran Kepemimpinan Direksi Anggota Komisi VI itu menyampaikan bahwa kepemimpinan Direktur Utama Riduan dan jajaran direksi mendapatkan perhatian khusus selama diskusi. Kepemimpinan yang kuat disebut sebagai faktor penting di balik kemampuan bank untuk tetap tumbuh dan mempertahankan fundamental perusahaan di tengah dinamika global. Pernyataan DPR turut menggarisbawahi harapan agar manajemen terus menjalankan strategi yang berhati-hati namun adaptif, sehingga Bank Mandiri mampu menghadapi berbagai risiko sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul di pasar nasional maupun internasional. Baca juga: Pengamat: B50 Kurangi Risiko Gejolak Harga Minyak Dunia Diskusi Strategis antara Komisi VI dan Direksi Diskusi strategis yang berlangsung pada 6 Juli 2026 itu mempertemukan wakil dari Komisi VI DPR dengan jajaran direksi Bank Mandiri. Pertemuan bertujuan untuk mengevaluasi kinerja bank serta membicarakan kondisi yang mempengaruhi sektor perbankan pada umumnya. Usai pertemuan, kader parlemen menyampaikan apresiasi sekaligus mendorong agar sinergi antara regulator, pembuat kebijakan, dan pelaku industri terus diperkuat. Dukungan itu dipandang penting untuk memastikan bahwa perbankan nasional mampu memberikan kontribusi optimal kepada perekonomian. Tantangan Ekonomi Global dan Respons Perbankan Ketidakpastian ekonomi global menjadi latar yang mempengaruhi keputusan bisnis dan kebijakan perbankan. Dalam konteks ini, DPR menilai respons Bank Mandiri dalam menjaga pertumbuhan dan fundamental perusahaan patut diapresiasi karena memberikan sinyal stabilitas kepada pasar dan nasabah. Sementara itu, DPR juga mendorong agar bank terus meningkatkan ketahanan melalui manajemen risiko yang baik dan strategi bisnis yang berkelanjutan. Harapan tersebut mengemuka agar lembaga keuangan besar dapat berfungsi sebagai penopang kegiatan ekonomi nasional saat tekanan eksternal meningkat. Apresiasi dari Komisi VI ini diharapkan menjadi dorongan bagi Bank Mandiri untuk mempertahankan momentum positif serta meningkatkan peran dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi. Pernyataan resmi dan rekomendasi terkait hasil diskusi tetap menjadi bagian dari tindak lanjut antara DPR dan manajemen bank. Rangkaian pertemuan seperti ini dianggap penting oleh DPR untuk memantau perkembangan sektor perbankan dan memastikan bahwa kebijakan serta praktik korporasi sejalan dengan kepentingan ekonomi nasional. Diskusi antara wakil rakyat dan direksi bank dipandang sebagai forum strategis untuk membahas tantangan sekaligus peluang ke depan. Baca juga berita lainnya: Kuota Borobudur Marathon 2026 Ditambah 12.500 Peserta, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp 100 Miliar Komisi X: Sosialisasi SE 2026 Perlu Diperkuat karena Banyak Disinformasi di Medsos Navigasi pos Pengamat: B50 Kurangi Risiko Gejolak Harga Minyak Dunia Mengindonesiakan Ekonomi: Menimbang Ekonomi-Politik Pancasila dan RUU Perekonomian Nasional