Institut Attaqwa KH. Noer Alie (IAN) Bekasi bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bekasi menyelenggarakan Kelas Inspirasi Politik bertema “Menyiapkan Generasi Emas Demokrasi” pada Rabu, 12 Agustus 2026. Kegiatan digelar di Aula Gedung A Lantai 2 Institut Attaqwa dan dihadiri jajaran Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, DPRD Kabupaten Bekasi, KPU Kabupaten Bekasi, pimpinan institut, dosen, mahasiswa, serta pelajar SMA sederajat. Acara ini dirancang untuk meningkatkan literasi politik dan literasi digital di kalangan generasi muda serta membuka ruang dialog tentang peran mahasiswa dan pemuda dalam mengawal demokrasi menuju Indonesia Emas 2045. Rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan presentasi narasumber dari pemerintah, legislatif, dan penyelenggara pemilu, serta ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai wujud komitmen bersama. Kelas Inspirasi Politik sebagai ruang edukasi dan dialog Ketua panitia Kelas Inspirasi Politik, Abdul Madjid, S.Ag., M.M., menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan adalah meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyaring informasi dan menangkal hoaks melalui literasi politik dan digital. “Kegiatan ini juga mendorong generasi muda agar memiliki integritas dan siap berkontribusi serta menguatkan nilai-nilai demokrasi, serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan damai,” ujarnya. Menurut Abdul Madjid, Kelas Inspirasi Politik menjadi wadah edukasi sekaligus dialog yang penting bagi mahasiswa untuk memperluas pemahaman tentang politik dan demokrasi. Melalui forum ini, mahasiswa diharapkan mampu berpartisipasi secara aktif, kritis, dan konstruktif dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia. Peran institusi pendidikan dan dukungan pimpinan Rektor Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Dr. H. Saiful Bahri Maih, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadi mitra penyelenggara kegiatan. Ia menekankan pentingnya menambah wawasan politik mahasiswa sehingga mereka dapat mengambil peran positif di tengah masyarakat, terutama menjelang pemilu ketika mahasiswa akan menjadi pemilih yang cerdas. “Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya,” katanya. Baca juga: Usulan unsur partai politik di KPU: Ridho Rahmadi ingin perkuat pengawasan, Ahmad Doli sebut kembalinya… Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bekasi, Robert Suwandi, M.M., M.H., turut menekankan urgensi literasi politik bagi generasi muda. Robert mendorong mahasiswa untuk memahami persoalan kebangsaan secara kritis dan bertanggung jawab serta melihat generasi muda bukan sekadar penerima manfaat pembangunan, melainkan pelaku utama yang harus aktif berkontribusi pada pembangunan daerah. Materi narasumber: dari bonus demografi hingga investasi SDM Kegiatan menghadirkan tiga pemateri yakni Andi Aswin Manggabarani, S.STP., M.Tr.IP. dari Kemendagri, H. Ade Sukron, S.H.I., M.Si. selaku Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, dan Ali Rido, S.Pd., M.IP. selaku Ketua KPU Kabupaten Bekasi. Ketiganya menyampaikan materi yang menekankan peran mahasiswa dan pemuda dalam mengawal demokrasi serta persiapan menuju Indonesia Emas 2045. Andi Aswin memaparkan bahwa Indonesia sedang menikmati bonus demografi ketika jumlah usia produktif melampaui usia non-produktif. Namun peluang tersebut baru bermakna bila generasi muda dipersiapkan dari sisi pendidikan, keterampilan, dan pembentukan karakter. Ia menekankan lima kecakapan yang perlu ditanamkan: berpikir kritis, kreatif, inovatif, adaptif, kemampuan komunikasi, kesadaran kolaborasi, dan pembentukan karakter yang kuat. Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Ade Sukron, menyampaikan materi berjudul “Membangun Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing untuk Bekasi Masa Depan.” Ia menilai Kabupaten Bekasi memiliki potensi besar yang berasal dari generasi mudanya dan menyebut investasi terbaik bagi daerah adalah investasi pada sumber daya manusia. Kesempatan pendidikan, ajakan melanjutkan studi, dan penutup Di akhir sesi, Ketua Divisi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Institut Attaqwa KH. Noer Alie Bekasi, Ikhwan Baihaqi, mengajak para peserta, yang sebagian besar siswa SMP dan SMA/SMK, untuk mempertimbangkan melanjutkan studi di IAN Bekasi. Ia memaparkan bahwa IAN Bekasi membuka enam program studi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Manajemen Bisnis Syariah (MBS), Manajemen Dakwah (MD), Keuangan Syariah, PGMI, serta Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) bagi calon mahasiswa yang berminat. Rangkaian acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara IAN Bekasi dan mitra terkait sebagai wujud komitmen memperkuat kerja sama di bidang pendidikan politik, penguatan wawasan kebangsaan, dan peningkatan partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Melalui kegiatan ini, IAN Bekasi berharap lahir generasi muda yang cerdas secara politik, kritis, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam membangun demokrasi menuju Indonesia Emas 2045. Baca juga berita lainnya: Dasco Pimpin Konsolidasi di Makassar, Ajak Kader Gerindra Lawan Hoaks di Medsos 10 000 Mck: PKB Luncurkan 10.000 MCK untuk Pesantren, Sindir Elite PBNU Navigasi pos Usulan unsur partai politik di KPU: Ridho Rahmadi ingin perkuat pengawasan, Ahmad Doli sebut kembalinya… PWNU dan PCNU Resah: Undangan Muktamar Belum Turun, Tapi Sudah Setor Nama AHWA