penjaminan layanan berbasis agen - ilustrasi berita Mavenir Luncurkan Penjaminan Layanan Berbasis Agen untuk Operasi…Mavenir luncurkan Penjaminan Layanan Berbasis Agen untuk operasi jaringan multivendor, mengotomasi diagnosis, korelasi lintas domain, dan remediasi otomatis.

Mavenir resmi memperkenalkan Kerangka Kerja Penjaminan Layanan Berbasis Agen yang dirancang untuk memantau dan mengoperasikan jaringan multivendor serta multidomain. Penjaminan Layanan Berbasis Agen ini mengintegrasikan orkestrator intent dengan ekosistem agen berlapis, sehingga memungkinkan otomatisasi loop tertutup tanpa harus mengganti sistem yang sudah ada.

penjaminan layanan berbasis agen - ilustrasi berita Mavenir Luncurkan Penjaminan Layanan Berbasis Agen untuk Operasi…

Perangkat ini memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi, mendiagnosis, memberi rekomendasi solusi, dan meremedi masalah jaringan dengan lebih cepat. Selain meningkatkan produktivitas tim operasi, kerangka kerja ini juga bertujuan merekam pengetahuan operasional NOC sehingga keahlian institusional tidak hilang saat tenaga ahli pensiun atau berpindah tugas.

Penjaminan Layanan Berbasis Agen dalam Sorotan Publik

Kerangka kerja yang diumumkan selaras dengan spesifikasi TM Forum IG1251 dan IG1453, standar yang menjadi acuan untuk interoperabilitas agen dan jaringan otonom. Arsitektur multiagen ini menerapkan protokol Agent-to-Agent (A2A) untuk integrasi dengan agen AI OSS yang sudah ada, sehingga investasi operator tetap terlindungi sambil memperluas jangkauan otomatisasi ke seluruh lapisan jaringan.

Dengan fondasi standar tersebut, solusi ini ditujukan untuk menghadapi tantangan umum pada lingkungan jaringan modern: fragmentasi data pada ekosistem multivendor, kompleksitas domain 5G, cloud, dan IP, serta kebutuhan validasi dan audit untuk tindakan otomatis yang dijalankan pada skala besar.

Intent Ops: merekam dan menerapkan keahlian NOC

Inti dari penawaran ini adalah mesin bernama Intent Ops, yang mengamati dan merekam bagaimana tim NOC menyelesaikan masalah secara nyata. Sistem ini kemudian mengubah alur kerja manusia yang terbukti efektif menjadi templat otomatisasi yang dapat dijalankan berulang, dapat dijelaskan, dan dilengkapi mekanisme pengamanan.

Berbeda dengan pendekatan yang hanya bergantung pada model data statis, Intent Ops aktif menyerap pengetahuan operasional dari tim internal maupun vendor pihak ketiga, memvalidasi alur kerja berdasarkan kinerja manusia sebelum mengeksekusi secara otonom, dan memublikasikan otomatisasi teruji ke dalam katalog orkestrasi yang terus berkembang.

Kemampuan lintas domain dan loop tertutup

Kerangka kerja ini mendukung pemantauan lintas domain dari lapisan fisik (L1) hingga remediasi L3 pada jaringan heterogen. Sistem menonjolkan korelasi berbasis konteks dan analisis akar masalah yang ditunjang kecerdasan khusus domain, serta menjalankan remediasi loop tertutup pada produk Mavenir, sehingga tidak sekadar menghasilkan rekomendasi tetapi juga menyelesaikan tindakan hingga tuntas.

Setiap alur kerja otomatis divalidasi menggunakan standar performa manusia untuk memastikan konsistensi, akurasi, dan ketersediaan jejak audit. Pendekatan seperti ini memungkinkan jaringan beroperasi berdasarkan pengetahuan terbaik operator, bukan sekadar snapshot data pada satu titik waktu.

Menjawab prioritas operasional operator

Peluncuran ini hadir di tengah kebutuhan industri yang semakin mendesak, di mana analisis trace dan log berbasis AI, korelasi gangguan lintas domain, serta diagnosis otomatis atas masalah interkoneksi menjadi prioritas utama. Mavenir menegaskan bahwa kemampuan-kemampuan ini ada dalam kerangka kerja Penjaminan Layanan Berbasis Agen yang mereka kembangkan.

Integrasi dengan orkestrator intent memungkinkan operator menyampaikan hasil yang diinginkan melalui perintah berbahasa alami atau suara berbasis intent. Platform lalu menafsirkan, merencanakan, mengeksekusi, dan memvalidasi tindakan dari awal hingga akhir, sembari terus menyempurnakan otomatisasi sesuai perubahan kondisi jaringan.

Tanggapan pelaku industri

Bejoy Pankajakshan, EVP sekaligus Chief Technology & Strategy Officer Mavenir, menyatakan bahwa Intent Ops menjadi jawaban terhadap paradoks yang dihadapi operator: jaringan kian kompleks sementara tenaga ahli berkurang karena pensiun. Menurutnya, sistem ini merekam, memvalidasi, dan menyebarkan pengetahuan engineer terbaik secara otomatis dan terskala.

Andy Tiller, EVP Member Products TM Forum, menilai bahwa operator membutuhkan jalur praktis menuju jaringan otonom yang dapat beroperasi di lingkungan multivendor. Pendekatan berbasis intent dan perekaman pengetahuan yang sesuai kerangka kerja TM Forum dinilai sebagai arah yang tepat bagi industri menuju otonomi terbuka yang dapat dipercaya.

Mavenir juga mengundang pengunjung pada acara DTW Ignite 2026, 23-25 Juni, untuk menyaksikan demonstrasi bagaimana perangkat lunak yang mengintegrasikan AI sejak tahap perancangan dapat menghadirkan hasil nyata: dari inovasi 5G Core hingga peningkatan efisiensi operasional dan sumber pendapatan baru.

Perusahaan menyatakan bahwa solusi ini dirancang agar dapat diterapkan di berbagai operator tanpa menggantikan sistem yang sudah berjalan, dengan tujuan mempercepat langkah menuju pengoperasian jaringan secara lebih otonom sambil mempertahankan kontrol operasional penuh bagi para operator.