pelatihan tata rias - ilustrasi berita Disporapar Kota Lhokseumawe Gelar Pelatihan Tata Rias DasarPelatihan Tata Rias di Lhokseumawe 14–15 Juli 2026 meningkatkan keterampilan SDM kecantikan, membuka peluang usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pelatihan Tata Rias digelar oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Lhokseumawe pada 14–15 Juli 2026 di Hotel Singapore, Kota Lhokseumawe. Kegiatan ini diselenggarakan oleh bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di subsektor kecantikan.

pelatihan tata rias - ilustrasi berita Disporapar Kota Lhokseumawe Gelar Pelatihan Tata Rias Dasar

Kegiatan yang menargetkan pelaku ekonomi kreatif lokal ini diikuti 15 peserta dengan antusiasme tinggi. Pembukaan resmi dilakukan oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kota Lhokseumawe, Romi, S.Kom, yang menekankan pentingnya pengembangan keterampilan masyarakat agar mampu memanfaatkan peluang usaha di industri kecantikan yang terus berkembang.

Pelatihan Tata Rias: Materi dan praktik yang komprehensif

Pelatihan memberikan rangkaian materi yang disusun secara bertahap, dimulai dari teknik analisis dan pengecekan kondisi kulit wajah. Peserta memperoleh pengetahuan tentang cara merawat kulit sesuai jenisnya, serta pembelajaran mengenai pemilihan warna atau personal color yang sesuai dengan karakter dan warna kulit. Setelah memahami teori dasar, peserta langsung melakukan praktik teknik tata rias dasar yang benar.

Metode yang digunakan menghadirkan kombinasi pemaparan materi dan praktik langsung sehingga peserta dapat menerapkan teknik yang dipelajari di bawah pengawasan instruktur. Pendekatan ini dirancang untuk tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis tetapi juga membantu peserta menjaga penampilan secara profesional dalam konteks layanan kecantikan.

Peran instruktur profesional dalam pelatihan

Kegiatan menghadirkan dua instruktur profesional dari Wardah Beauty Expert, yaitu Dea Safira Rizky dan Cut Khalisa. Kedua instruktur membimbing peserta secara langsung selama sesi praktik, memberikan koreksi teknik, serta membagikan tips dan langkah-langkah perawatan yang relevan bagi berbagai jenis kulit.

Keberadaan instruktur berpengalaman dinilai penting oleh penyelenggara untuk memastikan transfer keterampilan yang efektif. Dengan bimbingan dari praktisi profesional, peserta diharapkan mampu mengaplikasikan standar tata rias yang lebih rapi dan aman, serta meningkatkan kualitas layanan jika mereka memutuskan membuka usaha di bidang kecantikan.

Tujuan program dan dampak terhadap SDM lokal

Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif. Selain meningkatkan keterampilan teknis, program bertujuan memberi bekal kepada peserta agar memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja baru.

Dalam kesempatan wawancara, Salman, M.TESOL, selaku Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kota Lhokseumawe, menyampaikan bahwa pelatihan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah. “Industri kecantikan merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang terus berkembang dan memiliki peluang usaha yang sangat besar. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha sendiri, menciptakan lapangan kerja baru, serta menghasilkan layanan kecantikan yang berkualitas dan mampu bersaing,” ujarnya.

Harapan penyelenggara untuk pertumbuhan ekonomi lokal

Disporapar Kota Lhokseumawe berharap pelatihan ini dapat menjadi awal bagi lahirnya usaha-usaha baru di bidang jasa kecantikan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program juga diarahkan untuk membangun ekosistem industri kecantikan yang profesional, inovatif, dan berkelanjutan di tingkat kota.

Selain itu, penyelenggara berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat dikembangkan dan ditularkan kepada komunitas lainnya sehingga semakin banyak masyarakat memiliki kompetensi di bidang tata rias. Dengan meningkatnya jumlah pelaku usaha dan layanan berkualitas, diharapkan daya saing pelaku ekonomi kreatif lokal semakin kuat dan memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini menutup sesi dengan praktik intensif dan evaluasi bagi tiap peserta. Keberlanjutan program serupa di masa mendatang akan bergantung pada evaluasi hasil pelatihan serta upaya lanjutan untuk mendukung peserta yang ingin mengembangkan usaha di subsektor kecantikan.