Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town bekerja sama dengan Pemerintah Kota Metropolitan Mangaung, Afrika Selatan, menggelar Indonesia–South Africa Business Meeting bertema “Unlocking Opportunities Together” pada Kamis (18/6/2026). Pertemuan ini menjadi ajang utama untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi dan mengeksplorasi peluang hubungan sister city antara Surabaya Mangaung. Acara dihadiri oleh pelaku usaha, perwakilan kamar dagang dan industri, serta asosiasi pengusaha dari Provinsi Free State. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi bisnis yang nyata antara kedua wilayah, sekaligus menjadi langkah awal untuk memperkuat hubungan pemerintahan dan masyarakat antar kota. Tujuan pertemuan dan agenda Pertemuan bisnis ini dirancang untuk menjadi forum dialog antara unsur pemerintah dan pelaku usaha dari kedua negara. Agenda utama berfokus pada pemetaan peluang ekonomi, identifikasi sektor potensial untuk kerja sama, serta pembahasan mekanisme pendukung yang diperlukan agar perdagangan dan investasi bisa meningkat. Tema “Unlocking Opportunities Together” mencerminkan upaya bersama membuka akses dan memfasilitasi langkah konkret yang saling menguntungkan. Peran KJRI dan Pemerintah Mangaung KJRI Cape Town berperan sebagai fasilitator utama yang memediasi komunikasi serta menyatukan berbagai pihak yang berkepentingan. Sementara itu, Pemerintah Kota Metropolitan Mangaung mengambil peran tuan rumah dan partner lokal yang menyediakan konteks kebijakan serta data wilayah. Sinergi antara perwakilan diplomatik dan otoritas lokal dianggap penting untuk menjembatani peluang yang selama ini belum tergarap penuh. Dorongan Sister City Surabaya Mangaung Salah satu topik yang menonjol dalam pertemuan adalah pembahasan inisiatif sister city antara Surabaya dan Mangaung. Usulan ini muncul sebagai salah satu jalur diplomasi kota untuk memperdalam hubungan bilateral di tingkat daerah, dengan tujuan mempercepat pertukaran ekonomi, kebudayaan, serta pengalaman tata kelola. Pembicaraan awal tentang rencana sister city menandai niat kedua pihak untuk menjajaki kerja sama yang lebih terstruktur. Partisipasi pelaku usaha dan asosiasi Pelaku usaha dan asosiasi bisnis dari Provinsi Free State turut hadir dan aktif dalam diskusi, memberikan perspektif terkait kondisi pasar lokal serta kebutuhan mitra usaha asing. Keterlibatan kamar dagang dan asosiasi dipandang penting untuk merumuskan langkah-langkah praktis, termasuk potensi investasi, perdagangan komoditas, dan kerangka kerja sama yang dapat diaplikasikan antar pelaku bisnis di kedua wilayah. Sambutan dan harapan dari pihak Mangaung Executive Mayor of Mangaung Metropolitan Municipality, Councillor Gregory Nthatisi, hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Nthatisi menyoroti kesamaan beberapa aspek yang memungkinkan terbukanya kerja sama lebih erat antara Mangaung dan mitra di Indonesia. Pihak pemerintahan setempat menyatakan harapan agar pertemuan ini menjadi titik awal bagi inisiatif jangka panjang yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha di kedua belah pihak. Langkah selanjutnya Setelah pertemuan, para peserta diharapkan menyusun tindak lanjut yang lebih rinci, termasuk pembentukan kelompok kerja atau kunjungan studi banding untuk memperdalam pembahasan teknis. Proses menuju pengesahan hubungan sister city juga memerlukan kajian bersama yang melibatkan pemerintahan daerah, pemangku kepentingan bisnis, serta lembaga terkait. Pertemuan ini menjadi pijakan awal yang diharapkan berujung pada realisasi program dan proyek kolaboratif. Dengan keterlibatan aktor pemerintahan dan bisnis dari kedua negara, pertemuan Indonesia–South Africa Business Meeting di Mangaung menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral. Keberlanjutan inisiatif yang muncul dari forum ini akan bergantung pada komitmen bersama dan langkah konkret yang disepakati oleh seluruh pihak terkait. Navigasi pos RI dan Afsel Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Bidik Sister City Surabaya Mangaung