Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan akan usir warga Israel dari komunitas teknologi swasta yang muncul di negara bagian Johor. Usir warga Israel menjadi pernyataan tegas pemerintah terhadap keberadaan warga negara Israel dalam proyek tersebut. Pernyataan Anwar datang di tengah penyelidikan resmi oleh Kementerian Dalam Negeri terhadap proyek bernama Network School, sebuah komunitas bagi para profesional digital yang didirikan oleh mantan kepala teknologi sebuah perusahaan. Pemerintah menegaskan akan menindaklanjuti temuan penyelidikan tersebut. Keputusan Usir Warga Israel dan Sikap Pemerintah Langkah pengusiran yang diungkapkan oleh Anwar merupakan respons atas kemunculan apa yang digambarkan sebagai “kampung Israel” dalam proyek komunitas teknologi tersebut. Pemerintah menilai keberadaan warga negara asing yang terkait dengan Israel dalam ruang publik dan komunitas privat di Malaysia menimbulkan keprihatinan, sehingga diputuskan untuk mengambil tindakan tegas. Pernyataan ini juga menegaskan posisi pemerintah yang ingin menegakkan kebijakan imigrasi dan kedaulatan nasional terkait siapa yang dapat tinggal dan berpartisipasi dalam komunitas lokal. Anwar menyampaikan sikap tersebut meskipun ada tekanan eksternal yang disebut berasal dari Amerika Serikat; ia menyatakan tidak gentar terhadap gertakan tersebut. Penyelidikan Kementerian Dalam Negeri terhadap Network School Penyelidikan dilakukan untuk memastikan bahwa semua aktivitas di dalam komunitas sesuai dengan peraturan negara. Otoritas berwenang saat ini meninjau bukti dan informasi terkait, dan belum ada rincian resmi lebih lanjut yang dipublikasikan tentang hasil awal penyelidikan atau langkah administratif yang sudah diambil. Baca juga: Tarif Baru Trump Digugat oleh Dua Pelaku Usaha Kecil AS Gertakan Amerika Serikat dan Respons Anwar Isu ini juga disertai laporan tentang adanya tekanan atau gertakan dari Amerika Serikat kepada pejabat Malaysia terkait keberadaan warga Israel di proyek tersebut. Meski demikian, Anwar menegaskan bahwa keputusan nasional tentang siapa yang boleh tinggal dan berpartisipasi di wilayah Malaysia tidak akan diintervensi oleh ancaman atau tekanan luar negeri. Ketegasan Anwar mencerminkan sikap pemerintah dalam menempatkan kedaulatan dan kebijakan domestik di atas pengaruh eksternal. Pernyataan semacam ini biasanya bertujuan untuk menenangkan kekhawatiran domestik sekaligus mengklarifikasi posisi resmi negara dalam masalah yang menyangkut hubungan luar negeri dan keamanan komunitas. Dampak pada Komunitas Teknologi dan Pemeriksaan Keanggotaan Network School sebagai sebuah komunitas profesional digital kini berada di bawah sorotan. Keberadaan warga negara asing yang terkait dengan isu sensitif mendorong pengawasan lebih ketat oleh aparat yang berwenang. Para pemangku kepentingan di sektor teknologi, termasuk inisiatif komunitas lokal, kemungkinan akan lebih berhati-hati dalam proses rekrutmen dan verifikasi status anggota. Selain aspek hukum dan administratif, isu ini juga memicu perdebatan mengenai batas antara proyek swasta dan kepentingan publik. Pemerintah tampak menekankan bahwa kegiatan swasta yang beroperasi di wilayah nasional tetap harus mematuhi peraturan dan mempertimbangkan sensitivitas politik serta keamanan lokal. Sampai saat ini belum ada konfirmasi publik mengenai langkah-langkah konkret selain penyelidikan yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri. Pihak pendiri atau pengelola Network School belum memberikan pernyataan resmi yang tercatat dalam penyelidikan publik, sehingga publik masih menunggu perkembangan lebih lanjut yang akan mengungkap detail kepemilikan, susunan anggota, dan status hukum komunitas tersebut. Peristiwa ini menempatkan fokus kembali pada bagaimana komunitas teknologi yang bersifat internasional harus menavigasi regulasi nasional dan hubungan diplomatik. Sementara itu, pemerintah di bawah kepemimpinan Anwar menegaskan bahwa keputusan soal keberadaan individu atau kelompok asing di Malaysia akan dilakukan menurut mekanisme negara tanpa gentar terhadap tekanan dari pihak manapun. Baca juga berita lainnya: Tarif Baru Trump Digugat: Dua Pelaku Usaha Kecil Tuntut Kebijakan yang Dinilai Melanggar Hukum Menlu AS Marco Rubio Sampaikan Peringatan Keras soal Selat Hormuz dan Kebebasan Navigasi di LCS kepada… Navigasi pos Tarif Baru Trump Digugat oleh Dua Pelaku Usaha Kecil AS Menteri P2MI Ajak Pemuda Raih Peluang Kerja Global di Pasim IJF 2026