Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad kembali menggalang koordinasi lintas kementerian dengan agenda sentral membahas anggaran kapal perintis. Dalam pertemuan yang dikemas sebagai rapat koordinasi tersebut, pembahasan difokuskan pada upaya menjaga keberlanjutan layanan transportasi laut bagi daerah 3T. Rapat berlangsung di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin, 20 Juli 2026. Pertemuan itu menghadirkan kumpul bersama para menteri dan unsur pimpinan DPR untuk menelaah langkah anggaran dan operasional kapal perintis yang melayani wilayah-wilayah terpencil. Rapat koordinasi di Gedung Nusantara III Rapat di Gedung Nusantara III diposisikan sebagai forum lintas kementerian untuk menyinergikan kebijakan anggaran dan pelayanan. Format pertemuan bersifat koordinatif, dengan tujuan memastikan bahwa perencanaan anggaran sejalan dengan kebutuhan operasional layanan laut di daerah yang menjadi prioritas pemerintah. Pembahasan Anggaran Kapal Perintis Agenda utama rapat adalah pembahasan anggaran kapal perintis, terutama terkait keberlanjutan layanan di daerah 3T. Pembahasan dimaksudkan untuk mengevaluasi alokasi pendanaan, mekanisme penganggaran, serta langkah-langkah yang diperlukan agar layanan kapal perintis dapat terus dioperasikan secara andal dan berkelanjutan. Peran DPR sebagai orkestrator lintas kementerian Sufmi Dasco Ahmad tampil sebagai penggerak pertemuan, berperan mengorkestrasi komunikasi antarinstansi agar arah kebijakan anggaran dan program lapangan dapat terintegrasi. Dalam rapat tersebut, Dasco didampingi dua Wakil Ketua DPR lainnya, Saan Mustopa dan Cucun Ahmad Syamsurijal, serta Ketua Komisi V yang turut hadir untuk memberikan perspektif legislatif terkait sektor transportasi dan infrastruktur. Baca juga: Impor Solar Distop, Gas Masela Dikebut untuk Capai Swasembada Energi Fokus pada keberlanjutan layanan transportasi laut di daerah 3T Diskusi menitikberatkan pada aspek keberlanjutan layanan laut perintis: bagaimana memastikan kapal-kapal yang melayani rute perintis tetap beroperasi, memiliki dukungan pembiayaan yang memadai, serta mendapat koordinasi teknis dan administratif dari kementerian terkait. Pembahasan tersebut juga mencakup kebutuhan sinkronisasi antara kebijakan pusat dan pelaksanaan di lapangan. Para peserta rapat menempatkan isu kapal perintis sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas bagi wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses. Dengan menyiapkan anggaran dan langkah koordinatif, tujuan rapat adalah mengurangi kendala operasional yang selama ini menghambat konsistensi layanan di rute-rute perintis. Meskipun pertemuan bersifat koordinatif, momentum ini menjadi titik penting bagi DPR dan pemerintah untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kesinambungan layanan transportasi laut yang menjadi penopang kehidupan ekonomi dan sosial di kawasan yang dilayani kapal perintis. Dalam sesi diskusi, DPR mengharapkan keterlibatan aktif kementerian terkait untuk menelaah skema pendanaan dan rencana operasional jangka menengah, sekaligus menyiapkan langkah tindak lanjut yang konkret. Hasil rapat diproyeksikan menjadi pijakan bagi langkah-langkah penganggaran dan kebijakan lanjutan yang diperlukan. Rapat koordinasi yang dipimpin Dasco menegaskan pentingnya sinergi antarunsur pemerintahan untuk memecahkan persoalan klasik pada layanan perintis, terutama yang berkaitan dengan pendanaan dan koordinasi operasional. Langkah-langkah yang disepakati dalam pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat layanan transportasi laut bagi daerah-daerah yang menjadi fokus kebijakan. Lebih jauh, pertemuan di Senayan membuka ruang bagi dialog berkelanjutan antara DPR, kementerian terkait, dan pemangku kepentingan lain untuk memastikan bahwa kebijakan anggaran dan program operasional kapal perintis benar-benar menjawab kebutuhan daerah 3T tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan jangka panjang. Baca juga berita lainnya: DPD Minta Percepatan Pembentukan BPSK untuk Perkuat Perlindungan Konsumen IHSG Menghijau, Purbaya Yakin Rupiah Sebentar Lagi Menguat Navigasi pos Impor Solar Distop, Gas Masela Dikebut untuk Capai Swasembada Energi Purbaya Bakal Terbitkan Panda Bond Besok, Incar Emisi Hingga US$1 Miliar