Komisi X meminta pemerintah memperkuat upaya komunikasi publik menyusul maraknya disinformasi di media sosial yang membuat masyarakat enggan memberikan data untuk Sensus Ekonomi 2026. Sosialisasi SE 2026 menjadi sorotan karena banyak warga yang masih ragu terhadap tujuan dan manfaat sensus tersebut. Wakil Ketua Komisi X DPR, MY Esti Wijayati, menyampaikan keprihatinan atas keraguan yang muncul di kalangan masyarakat. Menurutnya, kebingungan dan kekhawatiran soal dampak pelaporan data pribadi berdampak pada partisipasi, sehingga pemerintah perlu menggencarkan edukasi untuk menjelaskan manfaat serta jaminan penggunaan data. Disinformasi di media sosial Komisi X menyoroti penyebaran informasi yang tidak akurat di platform digital sebagai salah satu penyebab utama rendahnya kepercayaan publik. Konten yang keliru atau sengaja menyesatkan beredar cepat dan menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika terkait dengan data pribadi dan implikasinya. Esti Wijayati menilai bahwa tanpa klarifikasi resmi dan upaya edukasi yang masif, disinformasi akan terus menghambat proses pengumpulan data yang penting bagi perencanaan ekonomi nasional. Kekhawatiran masyarakat terkait SE 2026 Banyak warga menanyakan secara langsung manfaat SE 2026 dan bagaimana data yang diberikan akan digunakan. Sebagian masyarakat khawatir bahwa informasi yang dicatat dapat berdampak negatif pada status bantuan sosial yang mereka terima. Selain itu, terdapat pula kekhawatiran mengenai implikasi data terhadap besaran pajak dan kewajiban fiskal, sehingga ketidakpastian tersebut mendorong sebagian orang menolak atau menunda partisipasi. Baca juga: APBN Sehat: Pemerintah Pastikan Ekonomi Tidak Menuju Krisis Permintaan Komisi X: Sosialisasi SE 2026 Menanggapi kekhawatiran itu, Komisi X meminta pemerintah untuk menggencarkan Sosialisasi SE 2026 dan program edukasi yang lebih luas. Tujuannya agar masyarakat memahami tujuan sensus, jaminan kerahasiaan data, serta manfaat jangka panjang bagi perencanaan ekonomi dan kebijakan publik. Komisi X menekankan perlunya komunikasi yang jelas dan konsisten dari instansi terkait agar informasi yang benar lebih mudah diakses oleh publik. Harapan terhadap pemerintah dan lembaga terkait Komisi X berharap pemerintah beserta lembaga penyelenggara sensus melakukan penjelasan yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk mereka yang rentan terhadap pengaruh disinformasi. Esti Wijayati mengingatkan pentingnya langkah proaktif untuk membangun kepercayaan, sehingga tingkat partisipasi dapat meningkat dan data yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi di lapangan. Selain itu, Komisi X mengharapkan agar klarifikasi mengenai jaminan penggunaan data dan mekanisme perlindungan privasi dilakukan secara terbuka. Penjelasan yang transparan dinilai penting untuk meredam kekhawatiran publik, khususnya terkait dampak terhadap bantuan sosial dan kewajiban pajak yang sering menjadi pertanyaan masyarakat. Dengan meningkatnya sosialisasi dan edukasi, Komisi X berharap partisipasi masyarakat dalam SE 2026 akan membaik sehingga data yang dihasilkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan ekonomi yang lebih akurat. Hingga saat ini, Komisi X terus mendorong koordinasi antarinstansi agar pesan resmi tentang sensus dapat tersampaikan secara efektif kepada seluruh lapisan masyarakat. Baca juga berita lainnya: Program KANG ILING: Komut Pertamina Mochamad Iriawan Tinjau Implementasi dan Pastikan CSR Berdampak Pemesanan Tiket Diskon KAI Capai 1,24 Juta Unit Selama Libur Sekolah Navigasi pos APBN Sehat: Pemerintah Pastikan Ekonomi Tidak Menuju Krisis Kuota Borobudur Marathon 2026 Ditambah 12.500 Peserta, Targetkan Perputaran Ekonomi Rp 100 Miliar